Punya cerita? Kirimkan *DISINI*

Pengalaman Ganti Role, dari Top Jadi Bottom




Role bukan hal yang permanen, itu yang aku alami. Saat harus berganti jadi bot, meski sebelumnya selalu jadi Top. Ternyata bukan hal yang mustahil. Karena waktu kenalan aku tak pernah menandang role.

Ceritanya, aku kenal dengan seseorang di gym langgananku. Dia orang baru, anak kantoran yang baru pindah kerja. Dari perawakannya begitu muscle, sama denganku.

Kami pun saling kenal, dan kadang ngopi bareng setelah gym. Beberapa kali, sampai akhirnya aku mampir ke rumah kontrakannya untuk sekadar tahu tempat tinggalnya.

Kami terlibat obrolan yang cair nan intim, sampai akhirnya kami saling cerita soal mantan, dan akhirnya kami saling tahu orientasi masing-masing.

"Nggak perlu kaget kok, kan radar gue udah ngira kalo elo emang gitu," jelasnya sambil menuangkan minuman soda ke gelasku.

Aku hanya tertawa. Setelah itu kami makin akrab dan menjadi teman dekat, sampai dia bertanya padaku apa tak ingin punya bf? Aku jawab sedang malas bf an.

"Kamu T apa B?" Tanyanya.

"T," Jawabku.

"Sama," Balasnya.

Kami pun bersulang. Hari itu kami nongkrong sampai larut malam karena besok libur kerja.

"Nginep di kontrakanku aja," Tawarnya. Aku menyanggupinya.

###

Dan malam itu, semua berubah. Dia memelukku mesra, sambil mengendus telingaku. Anehnya, aku tak beringsut sedikitpun.

"Mau gak jadi bf gue?" Pintanya.

loading...
"Tapi aku T," Tegasku.

"Tak masalah, jalanin dulu aja, biarin mengalir."

Satu kecupan bibir malam itu jadi penanda hubungan kami, dari teman menjadi pacar alias boyfriend.

###

Seminggu kami jadian, dia nampak lebih aktif. Sering menjemputku di rumah, juga sering bayarin. Kadang kami rebutan untuk saling mentraktir, karena kami sama-sama T.

Malam itupun aku kembali menginap di kontrakannya. Kali ini, bukan hanya kecupan, namun lebih intim dari itu.

Dia menunjukkan sebuah artikel di internet, bahwa hubungan intim bisa meredakan stres. Aku pun tertawa, namun kami perlahan melakukannya.

"Aku T," Tegasku sekali lagi.

"Husst... nikmati aja."

Ia memperlakukanku layaknya bottom yang pasif, sampai akhirnya sampai pada adegan penentu. Dia menggagahiku. Anehnya, aku tak punya cukup pikiran untuk memberontak.

loading...
Sampai rudalnya yang sudah dipasangi pengaman dan dilumuri pelumas menjebol daerah sensitifku, dan aku hanya bisa mendesah saat ia menggeseknya perlahan dan makin cepat.

Secara intensif, aku benar-benar dibuat melayang sampai cairan putihku menyembur dan aku hanya bisa mendesah sambil merasakan hangatnya dekapannya dan keringat yang mengucur deras.

"Gimana?" Bisiknya.

Kujawab, "enak."

Lalu kami berebah untuk bersiap tidur. Sambil membatin, ternyata begini rasanya jadi bottom? Pantas banyak sekali jumlah bottom di dunia pelangi, ketimbang jumlah Top.

Cerita

Lebih baru Lebih lama