Apakah lubang uke/bottom menjadi lebih lebar setelah digenjot? Dari yang sebelumnya sempit, jadi lebih lebar sehingga lebih mudah "dimasuki" penis?
loading...
Hal ini sebenarnya tidak benar. Lubang anus memang elastis. Bisa melebar bisa menyempit. Jika sudah berada pada batas kemampuannya, akan terjadi "retakan" atau sobek berdarah.Jika bisa masuk dan tidak menimbulkan luka, itu berarti sudah terjadi adaptasi. Lalu apa yang sebelumnya membuatnya sempit?
Lebih tepatnya bukan sempit, namun belum beradaptasi. Lubang anus itu dikelilingi otot spingfer. Fungsi otot ini sangat kuat. Bahkan sebesar apapun penis yang masuk, bisa ditahan karena berkontraksi langsung dengan otot-otot sekitar perut.
Maka ketika disodomi, seringkali penis tidak sampai masuk ke dalam, hanya sampai pada pintu anus dan beberapa senti ke dalamnya saja. Itu karena otot spingfer menghalanginya.
Sayangnya, sekali penis berhasil menjebol bagian otot spingfer, ada beberapa saraf otot yang rusak. Sehingga dikiranya lubang melebar. Padahal tidak, namun karena kemampuan jerat otot spingfer yang tidak kuat lagi seperti sebelumnya.
Lantas apa saja fungsi otot tersebut, sebenarnya lebih pada mengontrol keluarnya air besar. Ketika otot benar-benar rusak, rectum tak bisa mengontrol keluarnya air besar, sehingga ketika kebelet, tinja bisa keluar tanpa bisa kita kontrol.
Makanya disodomi itu sangat beresiko pada rectum. Apalagi, ketika otot spingfer rusak, tak bisa dibenahi. Rectum tidak seperti vagina yang bisa dirapatkan kembali dengan obat atau ramuan tertentu.
Untuk itulah anal seks tidak direkomendasikan, baik dalam pasangan homo maupun hetero karena resiko merusak otot di bagian anus dan rectum yang sangat penting bagi tubuh.
loading...
Tags:
Kesehatan
