Mengukur panjang penis umum dilakukan untuk mengetahui kesehatan organ intim pria tersebut. Namun ternyata banyak yang keliru. Seringkali penis diukur ketika sedang ereksi. Padahal tidak demikian.
Mengutip hellosehat.com, Cara yang benar dan akurat untuk mengukur penis pria justru tidak dilakukan ketika ereksi, melainkan saat layu. Teknik ini disebut dengan SPL (Stretched Penis Length), metode pengukuran penis yang paling dapat diandalkan.
Pertama, regangkan penis “layu” sejauh yang anda bisa secara perlahan-lahan. Kemudian ukur panjangnya mulai dari pangkal tulang kemaluan sampai ujung kepala penis menggunakan penggaris elastis atau tali meteran. Jangan hanya mengukur dari persimpangan penis dan buah zakar untuk mendapatkan angka akuratnya.
Skor SPL Anda adalah angka yang Anda dapat dari pangkal tulang kemaluan hingga ke ujung kepala penis yang terbentang. Semakin besar angka SPL seorang pria, semakin panjang pula ukuran penisnya saat ereksi, dilansir dari WebMD.
loading...
Jika Anda mendapatkan angka 12 centimeter dengan kisaran plus/minus 1,5 cm, Anda masih termasuk normal. Jika ternyata angka Anda lebih kecil dari ini, Anda mungkin memiliki mikropenis.Istilah “mikropenis”, atau dalam bahasa medis disebut dengan microphallus, digunakan untuk mendeskripsikan panjang rentangan penis layu kurang dari 2,5 standar deviasi (SD) di bawah rata-rata. Umumnya, mikropenis merujuk pada fisik penis yang secara kasat mata tampak normal, namun memiliki batang penis pendek.
Karena itu, ketika penis berada di bawah standar deviasi (SD), maka seorang pria tidak bisa dikatakan sehat. Bisa jadi ada gangguan hormon. Selain juga dapat berpengaruh pada kesuburan, gangguan ini juga membut pria tidak bisa menjangkau "liang" pasangannya.
Maka penting bagi pria untuk memeriksakan sejak dini, agar lekas mendapatkan penanganan medis yang serius.
Kesehatan pria
Tags:
Kesehatan
