Punya cerita? Kirimkan *DISINI*

Di Dunia Pelangi, Buat Apa Pakai Perasaan?




Pernahkah kamu punya pemikiran seperti ini? Yaps. Kamu gak sendiri kok. Nyatanya banyak juga yang berpikiran sama denganmu, meski dengan alasan yang bermacam-macam.

Namun ada juga yang merasa tak nyaman dengan pikiran seperti itu, dan tetap merasa jika perasaan membuat sebuah hubungan punya nilai dan lebih greget. 

Setidaknya, ada 3 alasan kenapa kaum pelangi berpikiran bahwa menggunakan perasaan saat membangun relasi dengan sesama menjadi sia-sia.

loading...
1. Tidak bisa menikah dan mencipta keturunan

Ini alasan paling klasik, kenapa menjalin hubungan sesama kaum pelangi tidak perlu terlalu dalam dan cukup make it fun saja. Ya, karena kalian tak mungkin menikah.

Meskipun bisa menikah, kalian tetap tak memiliki keturunan. Adopsi anak bukan jalan yang baik juga, belum lagi dengan stigma sosial di masyarakat.

Jadi buat apa membangun hubungan terlalu dalam, apalagi sampai melibatkan perasaan?

2. Terlalu sering dikecewakan

Mungkin kamu pernah menggunakan perasaan, layaknya sepasang kekasih yang membutuhkan kepercayaan dan kesetiaan satu sama lain, namun sayangnya BFmu hanya menganggapmu pelampiasan hasrat sesaat.

Akhirnya kamu pun berpikir bahwa menggunakan perasaan sangatlah sia-sia, dan akhirnya kamu merasa tersiksa sendiri.

3. Money oriented

Banyak yang berpikir bahwa tubuhnya bisa menghasilkan uang, apalagi banyak om om atau pekerja yang sudah berkeluarga, namun hendak melampiaskan hasrat pelanginya.

Perasaan tertekan pada formalitas pernikahan itu membuatnya mencari lelaki BO yang bisa dinikmati semalam. Penting hasratnya terlampiaskan, soal perasaan tak perlu dimunculkan.

Dari ketiga alasan di atas, sebenarnya ada upaya untuk berpikir lebih realistis, hanya saja itu bisa menjadi bom waktu. Misalnya secara psikologis atau secara fisik, dilihat dari segi kesehatan dan sebagainya.

Jadi, sebaiknya jangan sampai berpikir demikian.
loading...
Lebih baru Lebih lama