Kadang top sulit membedakan, apakah bottomnya sedang merasakan nikmat atau justru kesakitan? Karena ekspresi keduanya hampir sama, bahkan sulit sekali dibedakan. Termasuk ekspresi wajahnya.
Sebenarnya tetap ada bedanya, jika diamati lebih mendetail. Seperti saat kita mengerang karena kesakitan atau mengerang karena tengah menikmati.
Begini perbedaannya :
loading...
Mungkin kalian pernah terluka, entah tergores pisau atau terjatuh sampai lecet-lecet. Terasa perih bukan? Saat diberikan obat merah atau obat pengering luka, biasanya kita mengerang kesakitan. Ada rasa perih.Mengerang karena sakit itu intensitasnya lebih cepat. Ketika disentuh, secara reflek kita akan langsung mengerang : ah..... dengan ritme yang cepat dan tangan kita secara reflek mencegah atau menahan benda atau hal yang menyebabkan rasa sakit tersebut.
Beda dengan mengerang karena nikmat. Ritmenya lebih panjang. Bukan ah... tapi aaah.... ada perbedaan dari ritme atau jangka waktunya.
Saat kalian sedang melakukan hubungan intim, coba perhatikan ketika bottom mengerang dengan ritme cepat, secara reflek tangannya akan mendorong perut topnya. Itu tanda jika bottomnya merasa sakit.
Sayangnya, seringkali top menindih kedua tangan bottomnya sehingga bottom harus menahan sakit sembari membisikkan sesuatu, meski sering tidak sempat.
Beda halnya ketika bottom mendesah atau mengerang panjang, dan di antara erangan aaahhh... ada erangan uuuhh... itu berarti dia menikmati. Erangan nikmat biasanya lebih berirama.
Setelah membaca ini, apakah kalian bisa paham?
loading...
Tags:
Dewasa
