Salah satu
alat kontrasepsi yang terkenal dan mudah didapat adalah kondom, terutama yang
dipasangkan pada kelamin pria. Namun sebenarnya kondom justru mengurangi
kenikmatan seksual pada pria, karena gesekan yang terhalang kondom. Begitu pun
ketika pria mencapi klimaks, maka sperma yang keluar tertahan ujung kondom yang
memberikan sedikit rasa kurang nyaman.
Namun apakah
kondom harus ditinggalkan?
Menggunakan
kondom memang mengurangi resiko hamil dan penularan seksual, meski tidak 100%.
Resiko bisa berkurang sekitar 80%. Sebenarnya juga alat kontrasepsi tidak hanya
kondom bagi pria, tapi juga bagi perempuan. Namun keduanya memiliki efek yang
kurang nyaman, meski bisa mencapai klimaks.
Alat
kontrasepsi dalam bentuk pil juga tersedia bagi perempuan, untuk mengurangi
resiko hamil. Namun karena berbentuk pil, tentu memiliki efek samping
sebagaimana obat pada umumnya. Cara paling mudah, adalah dengan mengkontrol,
namun ini bukan hal yang mudah, apalagi jika si pria memiliki durasi seksual
yang singkat.
Selain itu,
sehalus apapun kondom yang digunakan, tidak sebanding halusnya dinding vagina
yang memang diciptakan Tuhan sebagai organ intim bagi perempuan. Namun ingatlah
bahwa kenikmati berhubungan tidak hanya pada interaksi seksual, apalagi ketika
istri sedang berhalangan. Terutama pada masa-masa hamil.
Para pria pun
harus mampu mengontrol ketika istri berada pada masa tersebut. sehingga tidak
perlu memaksakan. Bahkan ketika ingin melakukan hubungan seksual dalam rangka
mengakrabkan saja, pria harus memahami sejauh mana daya tahan seksualnya. Jika
ia tipe yang mudah ejakulasi dalam beberapa gesekan saja, maka lebih baik dia
menggunakan kondom.
Jika pria bisa
mengontrol ejakulasinya, maka kondom tidak terlalu dibutuhkan, karena dia tahu
kapan saatnya dia harus berhenti sebelum spermanya keluar. Bahkan ada juga pria
yang tidak sampai klimaks ketika berhubungan seksual, sementara istrinya sudah
mencapai titik jenuh, artinya sudah klimaks lebih dari dua kali.
Intinya, kondom
dibutuhkan untuk menahan sperma masuk ke dalam rahim, karena bisa terjadi
pembuahan. Namun jika pria bisa mengontrolnya dengan baik, maka itu tak terlalu
bermasalah. []
Penulis
: Barra
Tags:
Pasutri
