Sebuah riset yang menggunakan matrik perbincangan di sosial media akhir-akhir ini dilakukan, guna mengetahui populasi LGBT di Indonesia khususnya di Jawa Timur. Matrik serupa biasa dilakukan dalam bidang politik untuk menentukan preferensi pemilih atas parpol, tokoh, atau isu yang tengah viral.
Dalam kaitannya dengan LGBT, Surveyor kemudian membatasinya menjadi lebih spesifik. Karena LGBT ada empat domain yaitu Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender. Maka matrix dibatasi khusus gay dengan keyword perbincangan tertentu seperti kata Top, Bot, vers, yaoi, dan gay itu sendiri.
Hasilnya pun memang sangat mencengangkan. Rata-rata mereka yang menggunakan social media untuk masuk dunia gay adalah mereka yang sebenarnya tertutup, sehingga menggunakan identitas palsu atau fake account. Sementara yang terbuka dan menggunakan akun asli hanya sekitar 30% saja.
Selain itu mereka juga tidak mencantumkan identitas asli tempat tinggalnya. Bisa saja ia tinggal di Surabaya namun di bio facebooknya ditulis Bandung untuk menyamarkan. Namun kecanggihan digital membuat IP Address mereka bisa dilacak sehingga sekalipun beralamat Bandung, namun bisa diketahui bahwa IPnya adalah Surabaya.
Cara melacaknya juga dengan interaksi di berbagai grup serta keyword yang digunakan. Misalkan dia sering menulis "taman bungkul", berarti identik dengan Surabaya, begitupun dengan sebutan atau tempat nongkrong khas daerah tertentu.
Karena itu riset berhasil mengklasifikasi 10 daerah yang kemungkinan memiliki populasi gay tertinggi di Jawa Timur berdasar IP, Keyword, interaksi social media, sampai grup-grup yang tersebar. Berikut hasil 1-10.
1. Malang
2. Surabaya
3. Jember
4. Blitar
5. Sidoarjo
6. Mojokerto
7. Banyuwangi
8. Kediri
9. Jombang
10. Madiun
(Kay/Ath)