
Tak jarang kaum pelangi yang jatuh cinta dengan cowok straight. Mulanya dari ketertarikan dan berujung pada rasa nyaman. Namun lambat laun, perasaan itu kian memberatkan.
loading...
Apalagi, ketika kamu tahu jika cowok yang kamu taksir sudah memiliki pasangan lawan jenis. Harapan untuk memilikinya tentu pupus sudah. Kamu pun tak mungkin mengungkapkan perasaan, karena bagi cowok straight itu terkesan aneh dan tak normal.Biasanya, kamu akan perlahan menjauhi. Awalnya mengurangi interaksi, sampai cowok yang kamu taksir itu bertanya kenapa intensitas hubungan kalian berkurang. Saat dia tanya, beban perasaan kamu tentu makin berat. Antara ingin jujur dan terus bersikap demikian.
Pada akhirnya kamu berhasil benar-benar menjauhinya. Kalian sudah sangat jarang bertemu. Namun bukan berarti masalah perasaan itu berakhir. Ketika lama tak interaksi dan sesekali kalian bertemu, dia nampak biasa saja. Tak menunjukkan kalau dia kangen atau sejenisnya.
Saat itu kamu akan jengkel, karena ternyata kehadiranmu tak benar-benar membekas dalam hidupnya. Namun ketika dia sampai bilang kangen, perasaanmu seperti dikoyak-koyak. Padahal mungkin saja ungkapan kangen itu bagi dia sangat biasa, umumnya sesama teman lelaki.
Karena itu, kaum pelangi yang pernah jatuh cinta dengan cowok straight, pasti menanggung beban perasaan yang tak mudah. Butuh energi khusus untuk menjalani masa-masa itu. Apakah kamu pernah mengalaminya?
(Huc/Yui)