Punya cerita? Kirimkan *DISINI*

Role adalah Identitas Psikologi, Bukan Posisi Hubungan Intim



Banyak yang masih membingungkan peran role dalam interaksi personal. Kaum pelangi sendiri banyak yang menganggap role sebagai posisi dalam hubungan intim.

Padahal, role adalah identitas psikologi. Ketidakpahaman dalam memandang role ini sering memunculkan tekanan batin yang sebenarnya tidak perlu, jika pasangan memahami role secara proporsional.

Dr. Benhard Rey menyebutkan, keliru besar jika role diartikan sebatas posisi hubungan intim. Ia mengungkapkan, misalnya pada jenis kelamin pria, mereka punya alat untuk memerankan diri sebagai role top, karena punya penis.

loading...
Namun faktanya, tidak semua yang punya penis bisa memainkan role top. Karena ada keterkaitan dengan psikologi. Soal hubungan intim bisa lebih fleksibel, namun soal perasaan sangatlah kompleks.

Mereka yang mendaku role top, bukan berarti mereka yang hanya menjadi subyek saat berhubungan intim. Namun secara psikologi, mereka memang lebih nyaman berposisi sebagai sosok yang mengayomi, memanjakan, dan melindungi.

Hubungan intim adalah salah satu saja bagian dari aktualisasi role.

Begitupun dengan role bottom, mereka lebih pasif, suka dimanja, dilindungi, dan diayomi. Memang dalam hubungan intim, mereka lebih sering menjadi obyek atau yang disetubuhi. Namun bukan berarti mereka tidak bisa melakukan hal serupa, karena sama-sama memiliki penis.

Namun sebagai identitas psikologi, role sulit sekali dipertukarkan. Kalau dipaksakan, akan menyebabkan tekanan batin, perasaan kurang puas, hingga depresi. Apalagi jika role hanya didasarkan pada posisi berhubungan intim.
loading...
Lebih baru Lebih lama