Punya cerita? Kirimkan *DISINI*

Kehilangan sosok Ayah






Kehilangan bukan berarti kematian. Banyak ayah yang terlalu sibuk, sehingga kurang perhatian dengan anaknya. Sementara perhatian yang diberikan Ibu, tidak memiliki porsi yang sama dengan sang ayah. Seperti, Ibu tidak bisa melatih bermain bola, menerbangkan layang-layang, mengajarinya bela diri, atau memberikan rasa aman ketika anak merasa ketakutan.

Dalam fikiran dasar anak, sosok Ayah adalah orang yang kuat dan melindungi. Sementara sosok Ibu adalah lemah dan harus dilindungi. Kehilangan sosok Ayah memang tidak membuat semua anak beralih menjadi gay, tapi suasananya berbeda ketika ia mendapatkan sosok yang mirip ayahnya. Seperti teman sekelas atau kakak kelasnya di sekolah.

Tak jarang ada kakak kelas yang begitu baik sampai terlampau perhatian. Mungkin kakak kelas tersebut tidak berfikir macam-macam, namun bagi mereka yang kehilangan sosok ayah akan merasakan sosok pengganti. Perasaan merasa dilindungi pun muncul.

Meskipun secara seksual ia masih memiliki ketertarikan dengan perempuan, namun sedikit banyak ia akan menaruh rasa yang berbeda. Bahkan akan merasa kehilangan jika sosok ayah tersebut hilang dalam hidupnya. Mereka yang dalam suasana seperti ini, biasanya rawan stress dan bingung dengan identitasnya.

Maka, meski sesibuk apapun, tetaplah miliki waktu dengan anak. Meski interaksi lebih banyak melalui teknologi. Intinya, anak hanya ingin memiliki sosok ayah, agar pertumbuhan psikologisnya bisa berjalan baik.

Lebih baru Lebih lama