Kehilangan
bukan berarti kematian. Banyak ayah yang terlalu sibuk, sehingga kurang
perhatian dengan anaknya. Sementara perhatian yang diberikan Ibu, tidak
memiliki porsi yang sama dengan sang ayah. Seperti, Ibu tidak bisa melatih
bermain bola, menerbangkan layang-layang, mengajarinya bela diri, atau
memberikan rasa aman ketika anak merasa ketakutan.
Dalam fikiran
dasar anak, sosok Ayah adalah orang yang kuat dan melindungi. Sementara sosok
Ibu adalah lemah dan harus dilindungi. Kehilangan sosok Ayah memang tidak
membuat semua anak beralih menjadi gay, tapi suasananya berbeda ketika ia mendapatkan
sosok yang mirip ayahnya. Seperti teman sekelas atau kakak kelasnya di sekolah.
Tak jarang ada
kakak kelas yang begitu baik sampai terlampau perhatian. Mungkin kakak kelas
tersebut tidak berfikir macam-macam, namun bagi mereka yang kehilangan sosok
ayah akan merasakan sosok pengganti. Perasaan merasa dilindungi pun muncul.
Meskipun
secara seksual ia masih memiliki ketertarikan dengan perempuan, namun sedikit
banyak ia akan menaruh rasa yang berbeda. Bahkan akan merasa kehilangan jika
sosok ayah tersebut hilang dalam hidupnya. Mereka yang dalam suasana seperti
ini, biasanya rawan stress dan bingung dengan identitasnya.
Maka, meski
sesibuk apapun, tetaplah miliki waktu dengan anak. Meski interaksi lebih banyak
melalui teknologi. Intinya, anak hanya ingin memiliki sosok ayah, agar
pertumbuhan psikologisnya bisa berjalan baik.
Kembali 1 2 3 (Ketuk nomor)
Tags:
lgbt
