Pernahkah kamu
bertanya kenapa uke tidak tegang ketika disodok? Meski tidak semua uke
mengalami hal ini, bahkan justru semestinya ia tegang maksimal karena bisa jadi
mendapatkan puncak ketika disodok tersebut. Namun ternyata ada uke yang tidak
tegang bahkan cenderung layu ketika disodok.
Hal ini bisa
jadi karena suasana hati yang tak menentu, becampur antara rasa takut,
bersalah, dan perasaan hambar dengan lawan mainnya, sehingga ia tidak bisa
tegang bahkan sampai titik akhir. Meski demikian uke tersebut tetap akan
meneteskan cairan, meski lebih encer.
Normalnya,
ketika sedang disodok keduanya sedang dalam keadaan tegang, karena keduanya
tengah berada pada suasana puncak ketegangan. Jika uke tidak tegang dan bahkan
layu, itu berarti pihak seme terlalu memaksakan sampai tidak memperhatikan
suasana hati ukenya.
Agar hubungan tidak merugikan salah satu, dan menguntungkan
keduanya, lebih baik saling terbuka. Jangan terpaku pada film yang memang
dibuat-buat, bahkan uke yang tidak tegang dan layu harus berekspresi seolah
sedang menikmati padahal hatinya sangat tersiksa. Film berbeda dengan kehidupan
nyata.
Mulailah
terbuka dan jangan egois.
Penulis
: Kayla
Editor
: Atha’
Tags:
lgbt
