Fakta
mengejutkan, atau sebagian menganggapnya biasa, diungkap oleh GLINT, salah satu
komunitas gay dan lesbi yang cukup besar di dunia, tentang role of sex
dari pasangan gay. Ternyata lebih dari 60% cowok macho cenderung role bottom
atau menjadi obyek seksual. Meski demikian, ada beberapa hal menarik yang perlu
diketahui.
Kuisioner
diikuti tak kurang dari 3000 member di seluruh dunia melalui berbagai situs atau
jejaring online, juga tak kurang dari 400 kuisioner secara manual dari beberapa
sampel, khusus mereka yang nampak macho dan memiliki postur tubuh atletis.
Meski ada kemungkinan bahwa tidak semua yang mengisi kuisioner tersebut adalah
gay, karena kuisioner disebar secara random di pusat-pusat gym/fitnes.
Kuisioner
bersifat rahasia sehingga identitas peserta tidak diketahui. Dari angket
kuisioner tersebut, lebih 60 persennya menjawab ingin juga merasakan menjadi
bottom. Hanya sekitar 10 persen yang menjawab tidak dan menegaskan dirinya
adalah pure top, dan 30 persen sisanya masih ragu-ragu. Meski demikian, mereka
yang masih ragu besar kemungkinan memiliki role verstalite, yaitu di antara top
dan bottom.
Ahli Psikologi
Seksual menjelaskan, bahwa tidak mudah bagi pria macho, apalagi yang bertubuh
atletis, mengaku secara terbuka jika dirinya adalah bottom. Hal itu karena
stigma sosial, yang tahu hanya beberapa orang saja yang pernah berhubungan
intim dengan mereka. Namun dalam dunia gay, role adalah sesuatu yang mudah
sekali berubah.
Mereka yang
dalam hatinya ingin juga merasakan menjadi bottom, berarti punya role bottom
yang lebih dominan dibandingkan role lainnya. Berbeda dengan role vers yang
biasanya mau menjadi obyek seksual atau bottom dalam kondisi tertentu, role
bottom lebih karena ia ingin menjadi obyek seksual yang pasif.
Kuisioner
tersebut bertujuan agar saling mengerti serta tidak saling menumpukan role pada
pihak tertentu, karena hubungan yang serba terpaku tersebut justru bisa menjadi
beban psikologis tersendiri. Meskipun dia macho, dia tetap memiliki sisi bottom
yang harus dipahami. Berbeda hal jika dia memang pure top. (red)
Penulis
: Barra
Editor
: Atha’
Tags:
lgbt
