Apakah kamu pernah menemui seseorang yang melajang hingga usia tua? Artinya dia memang memutuskan untuk tidak menikah. Ada banyak alasan yang bisa menjelaskan ini, dilihat dari realitasnya. Ada alasan yang masih dalam taraf logis hingga yang ekstrem. Setidaknya ada 6 alasan. Apa saja?
1. Merasa tidak memiliki masa depan
Mereka yang berpendidikan rendah, apalagi berasal dari keluarga miskin, sering berpikiran bahwa menikah justru akan menjadi beban di masa depan. Banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, banyak penderitaan yang terbayang. Sehingga ia memilih tidak menikah.
2. Trauma pada hubungan
Tak sedikit yang memutuskan untuk tidak menikah karena trauma. Baik trauma karena sering patah hati menjalani hubungan. Bisa juga trauma pada kondisi keluarga, seperti mereka yang berasal dari keluarga broken home.
Tipe kedua ini sebenarnya bisa disembuhkan dengan terapi psikologi. Namun tak jarang yang akhirnya memilih untuk tidak menikah.
3. Tidak menyukai lawan jenis
Tipe ketiga ini juga banyak ditemui. Mereka umumnya memang tidak memiliki hasrat bercinta dengan lawan jenis, sementara hukum di negara tidak melegalkan pernikahan sesama jenis.
Sebagian dari mereka memang memutuskan menikah dengan lawan jenis secara formal, karena desakan keluarga dan lingkungan. Namun tak sedikit juga yang memutuskan untuk tidak menikah.
4. Hasrat seksual terpenuhi tanpa menikah
Di negara maju seperti Jepang, tipe keempat ini banyak ditemui. Namun tak sedikit juga yang beranggapan bahwa hasrat seksual bisa disalurkan tanpa menikah. Mereka bisa berkencan dengan orang bayaran, atau berkencan dengan cinta satu malam. Bagi mereka itu sudah cukup, lalu buat apa menikah?
loading...
5. Tidak percaya pada pernikahanTipe kelima ini bisa disebut paling ekstrem. Mulanya mereka menganggap bahwa pernikahan itu adalah jalan kebahagiaan, namun mereka menemui banyak fakta bahwa tak jarang percekcokan dan pertengkaran terjadi setelah pernikahan.
Bahkan tak jarang pada akhirnya status suami istri hanya sebagai formalitas semata, nyatanya hubungan selanjutnya dingin dan tak penuh cinta. Melihat realitas itu, mereka pun tak begitu percaya dengan pernikahan.
6. Over setia
Tipe super ekstrem adalah mereka yang over setia pada pasangan, sebutlah pacar. Sayangnya terjadi tragedi sehingga mereka dipisahkan. Salah satu dari mereka meninggal sebelum pada jenjang pernikahan.
Kehilangan yang teramat itu memicu kesedihan mendalam, sekaligus keyakinan bahwa mereka hanya dipisahkan sementara di dunia dan akan bertemu dikehidupan berikutnya. Karena itu perasaannya tak bisa terganti. Tipe ini memilih tidak menikah dengan orang lain dan bersetia dengan pasangannya yang sudah pergi mendahuluinya. (Run/Ath)
Tags:
psikologi
